Tarian Tradisional Korea Selatan

Tarian Tradisional Korea Selatan

Tarian Tradisional Korea Selatan, Tarian Persembahan untuk Dewa

Tarian Tradisional Korea Selatan – Siapa yang tidak kenal dengan negara Korea Selatan ini? Selain terkenal dengan wisata dan belanja khas dari negara ginseng tersebut, juga terkenal akan keseniannya lho! mulai dari drama, musik hingga sekarang. Untuk saat ini sekarang menari modern sedang digandrungi banyak sekali oleh penggemar KPop, padahal menari tradisional Korea Selatan juga tak kalah keren, lho.

Dengan mengangkat cerita dari legenda, sajian tarian Korea Selatan bahkan ada yang sudah masuk dalam UNESCO. Keunikannya sudah selayaknya perempuan menjadi budaya Korea Selatan yang wajib dilestarikan.

Berikut adalah Daftar IDN Poker dansa tradisional asli dari Korea Selatan.

Tari Seungmu

Tari Seungmu adalah tarian sakral yang ditarikan pertama kali oleh biksu namun dengan perkembangannya zaman ini dianggap tidak teatrikal di sini. Tarian Kabarnya sudah ada sejak 500 tahun yang lalu pada masa Kerajaan Joseon.

Konon, seorang Hwang Jin-i, seorang  gisaeng  yang menari dengan mengadaptasi dari tari Budha dengan sentuhan artistik dan sensual. Melepaskan pendeta Buddha terkenal Jijokseonsa melepaskan imamatnya.

Namun terlepas dari cerita tersebut, hal spiritual tentang agama Budha masih tetap utuh dalam tarian ini. Bahkan M aster Seungmu  mengatakan itu tarian sakral yang merupakan titik temu manusia dan surga.

Tarian ini masuk dalam aset budaya yang berwujud penting Korea Selatan nomor 27 pada tahun 1969. Penari yang menarikan tarian ini biasanya menggunakan tudung putih yang disebut  gokkal  dengan lengan panjang yang disebut  gasa .

SeungJeonmu Dance

SeungJeonmu Dance disebut juga dengan menari kemenangan. Pasalnya, tarian ini dilakukan oleh prajurit lengkap dengan pedang seraya memohon kepada dewa demi kemenangan dalam perang. 

Tarian ini diperkenalkan pada tahun sekitar abad 1 SM dan 7 abad Masehi oleh Laksamana Yi Sunsin. Tak hanya menggunakan pedang tetapi juga drum atau gendang yang disebut dengan Mugo. Pedang dilambangkan dapat menyerap energi dari surga sedangkan Mugo adalah lambang Pola yin-yang melambangkan alam semesta.

Tari Hallyangmu

Tari Hallyangmu merupakan tarian yang menceritakan tentang bangsawan yang senang bersenang-senang di kesehariannya atau disebut dengan Hallyangmu. Tarian ini tidak memiliki gerakan yang berbeda, tetapi sejak tahun 1980 hasil tarian dari koreografi profesional Korea Selatan dipakai hingga sekarang. Tarian ini diterbitkan dari Dongrae, Busan, Korea Selatan dan sudah digelar di rumah hiburan atau acara pesta sejak tahun 1910.

Di sini ada beberapa peran yaitu  gisaeng , pejabat tingkat bawah, biksu dan Hallyang. Seperti mereka menggunakan hanbok, kipas, topi dan berbagai macam aksesoris lainnya untuk mementaskan peran dalam tari tersebut. 

Tari Cheoyongmu

Tarian Cheoyongmu adalah tarian yang masuk dalam UNESCO dengan kategori  Mahakarya Tertinggi Warisan Budaya Lisan dan Nonhuman Manusia . Tarian ini merupakan tarian yang biasa digunakan untuk menolak bala, mengusir roh jahat dan doa damai di jamuan kerajaan.

Pada tari ini biasanya penari akan memakai baju dengan warna putih, biru, hitam, merah dan kuning sebagai lambang empat arah mata angin dan pusat. Tak hanya itu, mereka juga akan mengenakan topeng, anting-anting, manik-manik, topi hitam dengan 2 bunga peoni dan 7 buah persik. Tarian Cheoyongmu juga merupakan wujud dari Teori 5 Elemen atau filosofi Konfusianisme.

Dance Buchaaechum

Buchaaechum adalah tarian yang dimaksudkan dari Buchae yang berarti kipas dan Chum yang berarti menari. Tarian ini pernah dilakukan sebagai penyembahan kepada dewa Shamanisme. Kepercayaan yang mendukung Buddha dan Taoisme. Tarian ini biasanya menggunakan kipas dan memakai baju tradisional Korea Selatan dengan warna cerah.

Tarian dengan kipas ini akan membentuk gelombang, kupu-kupu, ombak laut, bunga dan lain sebagainya. Awalnya menari ini digunakan sebagai tarian persembahan, kini Buchaaechum disetujui dalam acara-acara kenegaraan atau festival.

Nah itu beberapa tarian tradisional Korea Selatan yang masih dilestarikan sampai sekarang. Berawal dari menari persembahan untuk dewa sekarang ini menjadi sejarah yang penting bagi Korea Selatan. Jika berkunjung ke Korea Selatan tidak ada salahnya menikmati menari sakral tersebut.

Comments are closed.